New Post
Latest Comment
DiGiSi's Map

Peta Lokasi

Join Us on Facebook

Digisi

QHSE

Welcome
image

PT. DiGiSi INDONESIA

0878-9401-1452


TANJUNG PINANG : Kuantan Indah Blok I/12A, Batu 5 Atas, Tanjung Pinang, Bintan

BATAM : La Vinca Town Square Block I/18 Batam Center, Batam
Category
Customer Support

Marketing: 

1. Oka Effendi 

Phone: 0852 7899 4610 

Email:oka.effendi@digisi-indonesia.com

YM

 

 

2. Tessy Irma Yanti 

Phone: 0812 8862 0846 

Email:tessy@digisi-indonesia.com

 

3. Armahad 

Phone: : 0812 774 2483 

Email:armahad@digisi-indonesia.com

 

Administration: 

4. Jane 

Phone: 0812 7099 8163 

Email:adm@digisi-indonesia.com

YM

Perubahan Panduan Audit ISO 19011:2002 ke ISO 19011:2011

image

Badan ISO (International Organization for Standardization) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss belum lama ini menerbitkan edisi revisi terbaru dari panduan dalam melakukan audit system manajemen (standar ISO 19011).

Panduan ini ditujukan untuk penghematan biaya, waktu dan sumber daya perusahaan dengan pendekatan yang seragam untuk pelaksanaan audit sistem manajemen ganda.

Dalam lingkungan bisnis saat ini, banyak perusahaan telah menggabungkan sejumlah sistem manajemen, seperti mutu, lingkungan, keselamatan & kesehatan kerja, tanggungjawab sosial perusahaan atau keamanan informasi. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini ingin menyelaraskannya dan, jika memungkinkan, menggabungkan dalam satu pelaksanaan audit sistem tersebut.

Dibandingkan dengan edisi pertama dari panduan audit ISO 19011 versi tahun 2002 yang diterapkan hanya pada sistem ISO 9001 (mutu) dan ISO 14001 (lingkungan), maka ruang lingkup ISO 19011:2011 lebih luas yakni pelaksanaannya terintegrasi kesistem manajemen lain. Seperti yang dijelaskan bahwa tujuan yang diharapkan adalah dengan melaksanakan audit terintegrasi, perusahaan akan menghemat biaya, waktu dan sumber daya bagi pelaksanaan audit yang efektif.

Penambahan topic lainnya pada versi 2011 ini yaitu pengenalan konsep risiko dan pengaturan lebih detil mengenai kompetensi auditor atau tim audit. Tambahan lain juga adalah dibolehkannnya penggunaan teknologi dalam audit jarak jauh (remote), misalnya, melakukan wawancara jarak jauh melalui multimedia dan meninjau catatan jarak jauh.

Secara keseluruhan prinsip & konsep pelaksanaan audit serta tindaklanjutnya tidak mengalami perubahan yang signifikan disbanding dengan versi tahun 2002 lalu.

 

Penulis

Marthinus A. Lodo

Principal Consultant of DiGiSi INDONESIA

(@May 2012)

 

Sun, 13 May 2012 @22:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 digisi-indonesia.com · All Rights Reserved