logo
Category
New Post
Latest Comment
Customer Support

MAIN OFFICE:  

 Phone: 0812 7377 0750 

Email: adm@digisi-indonesia.com

 

Marketing: 

1.Purniawan 

Phone: 0821 7001 5121

Email: purniawan@digisi-indonesia.com

 

1.Endah Sriwahyuni 

Phone: 0852 6444 2062  

 

2.Reyan Andreas Rumbajan

Phone: 0812 7611 7821

Email: rayen@digisi-indonesia.com

 

3.Tessy Irmawati

Phone: 0853 6381 3568 

DiGiSi's Map

Peta Lokasi

Join Us on Facebook

Digisi

QHSE

Welcome
image

PT. DiGiSi INDONESIA

0821-7377-0750


BATAM : La Vinca Town Square Block I/18 Batam Center, Batam

Perubahan Panduan Audit ISO 19011:2002 ke ISO 19011:2011

image

Badan ISO (International Organization for Standardization) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss belum lama ini menerbitkan edisi revisi terbaru dari panduan dalam melakukan audit system manajemen (standar ISO 19011).

Panduan ini ditujukan untuk penghematan biaya, waktu dan sumber daya perusahaan dengan pendekatan yang seragam untuk pelaksanaan audit sistem manajemen ganda.

Dalam lingkungan bisnis saat ini, banyak perusahaan telah menggabungkan sejumlah sistem manajemen, seperti mutu, lingkungan, keselamatan & kesehatan kerja, tanggungjawab sosial perusahaan atau keamanan informasi. Akibatnya, perusahaan-perusahaan ini ingin menyelaraskannya dan, jika memungkinkan, menggabungkan dalam satu pelaksanaan audit sistem tersebut.

Dibandingkan dengan edisi pertama dari panduan audit ISO 19011 versi tahun 2002 yang diterapkan hanya pada sistem ISO 9001 (mutu) dan ISO 14001 (lingkungan), maka ruang lingkup ISO 19011:2011 lebih luas yakni pelaksanaannya terintegrasi kesistem manajemen lain. Seperti yang dijelaskan bahwa tujuan yang diharapkan adalah dengan melaksanakan audit terintegrasi, perusahaan akan menghemat biaya, waktu dan sumber daya bagi pelaksanaan audit yang efektif.

Penambahan topic lainnya pada versi 2011 ini yaitu pengenalan konsep risiko dan pengaturan lebih detil mengenai kompetensi auditor atau tim audit. Tambahan lain juga adalah dibolehkannnya penggunaan teknologi dalam audit jarak jauh (remote), misalnya, melakukan wawancara jarak jauh melalui multimedia dan meninjau catatan jarak jauh.

Secara keseluruhan prinsip & konsep pelaksanaan audit serta tindaklanjutnya tidak mengalami perubahan yang signifikan disbanding dengan versi tahun 2002 lalu.

 

Penulis

Marthinus A. Lodo

Principal Consultant of DiGiSi INDONESIA

(@May 2012)

 

Sun, 13 May 2012 @22:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 digisi-indonesia.com · All Rights Reserved